SISWA SMA KEBON DALEM SEMARANG BIKIN 2.567 LAMPION UNTUK PERINGATI IMLEK

Menyambut tahun baru Imlek, Sekolah Menengah Atas yang terletak di kawasan penican, Kebon Dalem, mengerahkan siswa-siswinya untuk membuat 2.567 lampion.

Berbeda dengan lampion yang dijual di pinggir jalan terbuat dari kertas merah dan ditawarkan dengan harga yang cukup mahal. Siswa siswi SMA Kebondalem membuat lampion dengan barang yang murah meriah terbuat dari benang merah dan balon.

tidak hanya siswa SMA namun seluruh jenjang Kebon Dalem dari Yayasan Penyelenggaraan Illahi Indonesia (YPII) di Kerahkan dalam kegiatan tersebut.

“Ini memang tak sekadar membuat ribuan lampion, namun kita juga akan mengadakan karnaval lampion dari hasil siswa yang kita bikin, Rencana pada 4 Februari para Februari para siswa Sekolah Kebon Dalem akan berjalan kaki dengan membawa lampion ini dan dilakukan pada sore hari di pecinan,” jelas Thio Hok Lay, SSi Kepsek SMA Kebon Dalem.

Jumlah 2.567 dipilih karena sesuai dengan jumlah tahun pada penanggalan Tionghoa pada perayaan Imlek yang jatuh pada 8 Februari nanti.

Di Lain sisi, Ivan, salah satu siswa SMA Kebon Dalem kelas 10 menuturkan, senang bisa dilibatkan membuat lampion ini. “Awalnya nggak percaya kalau lampion bisa dibuat dengan bahan ini, tapi setelah diajari cukup terkejut liat hasilnya, ternyata lampion bisa dibuat dari benang dan balon,” ucapnya.

 


Bertekun dalam Hidup Rohani

Pendidikan rohani dan karakter tetap menjadi pokok perhatian sekolah-sekolah di bawah naungan Penyelenggaraan Ilahi. Kelas 6 SD Marsudi Utami Tahun ini  melalui kegiatan retret 7 – 8 Maret, di Griya Paseban Semarang, mendalami tema “Who am I”, sebagal salah satu upaya ke arah itu. Melalui langkah-langkah dinamika kelompok, tugas dan refleksi pribadi, setiap siswa dilatih mengenali diri sendiri. Berangkat dari latar belakang kultur keluarga yang berbeda-beda, jenis kelamin sebagai anak laki-laki dan perempuan, masing-masing dianugerahi kemampuan, daya, dan kehendak untuk berkembang. Dinamika Kelompok retret kali ini, mengajak setiap anak mengekspresikan diri. Menggambar potret diri, menuliskan data diri, melatih keberanian menerima apa yang ada. Tak ada keluarga yang sempurna, tak ada pribadi yang hanya memiliki kekurangan atau kelebihan saja. Semua terkombinasi dengan sangat indah dan menarik. Ketika anak diajak memasuki diri sendiri yang dilengkapi dengan berbagai kemampuan, ia akan terkejut betapa banyak yang ia temukan sebagai rahmat kehidupannya. Sebaliknya hal-hal yang pahit, keluarga yang tak seideal yang mereka harapkan, melatihkan rasa syukur. Bersyukur atas masa-masa yang sulit yang dihadapi, sebab melalui itulah setiap anak akan bertumbuh menjadi lebih dewasa. Bersyukur tentu saja dimaksudkan dalam konteks manusia beriman bahwa Allah adalah baik. Ia punya rencana sangat hebat untuk setiap pribadi meski jalannya berliku dan mendaki. Diharapkan melalui aktivitas ini yang terintegrasi dengan aktivitas lain di sekolah, diharapkan akan terbentuk identitas diri. Yaitu semacam titik pertemuan atau persimpangan antara kekuatan dari dalam dan kekuatan dari luar diri seseorang yang membuat seseorang menjadi dirinya. Tentu saja penemuan diri yang otentik akan memberi kebahagiaan yang mendalam. Kebahagiaan akan mendorong seseorang hidup berbagi, peduli, penuh belas  kasih pada orang lain. dan itulah salah satu tujuan... read more[ssba]

Sekolah-sekolah Kebon Dalem: 75 Tahun Misi Khas di tengah Kampung Kota Pecinan

Sekolah-sekolah Kebon Dalem tak lepas dari keberadaan sejarah Kota Semarang dengan kekhasannya. 22 Januari 2013, para Suster Penyelenggaraan Ilahi memperingati 75 tahun karya misi mereka di wilayah ini. Sebuah perjalanan yang tak mudah dilalui. Namun meyakini penyertaan Allah, sekolah-sekolah ini tetap setia memberi jawaban akan kebutuhan masyarakat di jamannya kini.

read more[ssba]

Berprestasi melalui Kreasi Majalah Dinding

Duis mollis, est non commodo luctus, nisi erat porttitor ligula, eget lacinia odio sem nec elit. Donec sed odio dui. Donec sed odio dui. Nulla vitae elit libero, a pharetra augue. Maecenas faucibus mollis interdum. Sed posuere consectetur est at lobortis. Vestibulum id ligula porta felis euismod semper.

Baca Selengkapnya

Bertekun dalam Hidup Rohani

Pendidikan rohani dan karakter tetap menjadi pokok perhatian sekolah-sekolah di bawah naungan Penyelenggaraan Ilahi. Kelas 6 SD Marsudi Utami Tahun ini  melalui kegiatan retret 7 – 8 Maret, di Griya Paseban Semarang, mendalami tema “Who am I”, sebagal salah satu upaya ke arah itu. Melalui langkah-langkah dinamika kelompok, tugas dan refleksi pribadi, setiap siswa dilatih mengenali diri sendiri. Berangkat dari latar belakang kultur keluarga yang berbeda-beda, jenis kelamin sebagai anak laki-laki dan perempuan, masing-masing dianugerahi kemampuan, daya, dan kehendak untuk berkembang. Dinamika Kelompok retret kali ini, mengajak setiap anak mengekspresikan diri. Menggambar potret diri, menuliskan data diri, melatih keberanian menerima apa yang ada. Tak ada keluarga yang sempurna, tak ada pribadi yang hanya memiliki kekurangan atau kelebihan saja. Semua terkombinasi dengan sangat indah dan menarik. Ketika anak diajak memasuki diri sendiri yang dilengkapi dengan berbagai kemampuan, ia akan terkejut betapa banyak yang ia temukan sebagai rahmat kehidupannya. Sebaliknya hal-hal yang pahit, keluarga yang tak seideal yang mereka harapkan, melatihkan rasa syukur. Bersyukur atas masa-masa yang sulit yang dihadapi, sebab melalui itulah setiap anak akan bertumbuh menjadi lebih dewasa. Bersyukur tentu saja dimaksudkan dalam konteks manusia beriman bahwa Allah adalah baik. Ia punya rencana sangat hebat untuk setiap pribadi meski jalannya berliku dan mendaki. Diharapkan melalui aktivitas ini yang terintegrasi dengan aktivitas lain di sekolah, diharapkan akan terbentuk identitas diri. Yaitu semacam titik pertemuan atau persimpangan antara kekuatan dari dalam dan kekuatan dari luar diri seseorang yang membuat seseorang menjadi dirinya. Tentu saja penemuan diri yang otentik akan memberi kebahagiaan yang mendalam. Kebahagiaan akan mendorong seseorang hidup berbagi, peduli, penuh belas  kasih pada orang lain. dan itulah salah satu tujuan...[ssba]

Sekolah-sekolah Kebon Dalem: 75 Tahun Misi Khas di tengah Kampung Kota Pecinan

Sekolah-sekolah Kebon Dalem tak lepas dari keberadaan sejarah Kota Semarang dengan kekhasannya. 22 Januari 2013, para Suster Penyelenggaraan Ilahi memperingati 75 tahun karya misi mereka di wilayah ini. Sebuah perjalanan yang tak mudah dilalui. Namun meyakini penyertaan Allah, sekolah-sekolah ini tetap setia memberi jawaban akan kebutuhan masyarakat di jamannya kini.

[ssba]

Tahukah Anda? Vanilla…

Lahan sempit tak mengurangi kesempatan kita menanam tanaman yang khususnya memberi berbagai dampak positif. Selain memiliki nilai ekonomis juga dapat melatih anak-anak kita hidup dalam keseimbangan dengan alam sekitar.

[ssba]

Daoed Joesoef: The New Idol

Mungkin di antara kita sudah banyak yang melupakan Daoed Joesoef (85). Ia adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 1978 – 1983. Pemikiran-pemikirannya dalam bidang pendidikan nasional sempat membuatnya tak disukai petinggi negeri ini. Melalui artikel ini kita akan tahu mengapa itu terjadi.

[ssba]

Our Vision, Mission and Shared Value

Dengan Visi

Lembaga pendidikan yang mengembangkan potensi peserta didik berlandaskan ciri khas PI sehingga peserta didik mampu menghadapi tantangan hidup dan menjadi pelaku perubahan sosial.

Dan Misi

Mengembangkan profesionalitas para pelaku pendidikan yang dilandasi ciri khas PI, mengembangkan sistem pendidikan yang tepat dan sesuai dengan perkembangan jaman, mendampingi siswa secara holistik sehingga berkembang menjadi pribadi berciri khas PI dan berwawasan Internasional.

 

 

Lulusan sekolah-sekolah di bawah naungan YPII adalah pribadi-pribadi yang:

Cerdas, Otentik, Solider dan ber-Iman pada Penyelenggaraan Ilahi

Kebon Dalem Schools

Alamat
Jl. Gang Pinggir No. 62, Semarang, Indonesia

Email
info@ypiisemarang.sch.id

 

Sign up to Our Newsletter

Daftarkan Saya
Top