Happy 51years old SMA Kebon Dalem

Happy 51years old SMA Kebon Dalem

Perjalanan waktu sering kali mengejutkan kita. Kesibukan, kegairahan mengisi hari-hari, telah merenggut ingatan kita akan sejarah yang terukir. Dan tiba-tiba, 51 tahun pun terlalui. Duka dan tawa mewarnai kematanganmu. Menengok sejenak ribuan anak muda yang pernah singgah di hati dan ingatanmu. Mereka adalah rajawali-rajawali kecil yang dititipkan Sang Langit untuk melukis awan. Hari ini perjalanan itu terasa membesarkan hati: ketekunan membuahkan hasil. Ia melebihi kepandaian. Bertekun dengan derai air mata dan keringat, namun juga harapan dan cita-cita, adalah contoh indah yang ditiru anak-anak muda ini untuk juga menjadi milik mereka. Dan bagimu, anak-anak muda SMA Kebon Dalem, masa depan dimulai hari ini. Masa depan adalah milikmu sepenuhnya. Para guru ‘hanya’ menjadi teman yang menunjukkan jalan-jalan ke sana. Tetapkan apa yang kau inginkan. Gembiralah dalam hidup, sebab hidup adalah anugerah yang tak ternilai. Jayalah selalu, SMA Kebon Dalem.  ...
Congrats! 60th SMP Kebon Dalem

Congrats! 60th SMP Kebon Dalem

Bicara soal usia, itu sama dengan membicarakan rahasia Ilahi. Bagaimana tidak? Soal panjang pendeknya usia, siapa yang tahu. Juga bila hari ini, 1 Agustus 2012, SMP Kebon Dalem berusia 60 tahun, e n a m  p u lu h, lho, ga kurang ga lebih, itu bukan main-main. Enam puluh tahun sebuah rentang waktu yang tak pendek. Kalau kita melihat wajah kedua orang tua kita di usia itu, kita bisa melihat setiap kerutnya adalah tanda yang dilakukan sejarah pada dirinya: pahit, getir, suka, duka, tawa ria, canda,tangisan bahagia dan susah. Semua bercampur membentuk lukisan di wajah. Namun ibarat sebuat kanvas di tangan seniman, semakin dalam goresan yang dibuat, semakin tampak maksud yang ingin disampaikan. Tegas, tak ragu, jelas maunya, bukan macam kanak-kanak atau ABG yang baru merangkak di kehidupan yang rumit ini. Setiap kerut yang tergores dan digoreskan menunjukkan daya tahannya, daya juangnya, dan daya untuk keluar dari masa-masa sulit. Tetapi kerut yang lain juga menunjukkan kerendahan hatinya saat ia tengah berada di titik terendah perjalanan hidupnya, manakala kesulitan demi kesulitan bagai badai yang tak tahu berujung di mana. Kerutan-kerutan itu diciptakan oleh setiap insan yang singgah satu, dua, tiga tahun, seperti para siswa itu, atau juga para guru dan karyawannya yang berpuluh tahun menggoreskan tinta dengan peluh yang tak terukur lagi, melahirkan sebuah lukisan di hari ini, di usia ini. Indah? Tentu hati yang indah akan melihatnya demikian. Selamat. Perjalanan ini belum selesai. Masih ada banyak hal baru yang ditawarkan sang w a k t u untukmu. Setia dan bertekun, tanpa melupakan kegembiraan hidup. May God bless you...
FIlsafat Konstruktivisme

FIlsafat Konstruktivisme

Bagian yang penting dalam pendidikan formal di sekolah adalah membantu anak didik untuk mengetahui sesuatu, terutama pengetahuan. Secara sederhana, bagaimana membantu anak didik untuk menguasai bahan pelajaran yang diberikan guru. Filsafat yang membicarakan tentang pengetahuan sering disebut epistemologi. Menurut filsafat klasik, pengetahuan itu sudah ada dan sudah jadi. Tugas guru adalah mentransfer pengetahuan itu ke dalam otak anak didik, sehingga anak didik menjadi tahu. Maka, anak didik tinggal membuka otaknya dan menerima pengetahuan itu. Atau sering kali diungkapkan bahwa anak didik itu seperti tabula rasa, kertas putih kosong. Sedangkan tugas guru adalah memberi tulisan-tulisan pada kertas kosong tersebut. Menurut filsafat konstruktivisme yang berbeda dengan filsafat klasik, pengetahuan itu adalah bentukan (konstruksi) siswa sendiri yang sedang belajar. Pengetahuan siswa akan anjing adalah bentukan siswa sendiri yang terjadi karena siswa mengolah, mencerna, dan akhirnya merumuskan dalam otaknya pengertian akan anjing. Pengetahuan itu kebanyakan dibentuk lewat pengalaman indrawi, lewat melihat, menjamah, membau, mendengar, dan akhirnya merumuskannya dalan pikiran. Dalam pengertian konstrukstivisme, pengetahuan itu merupakan proses menjadi, yang pelan-pelan menjadi lebih lengkap dan benar. Sebagai contoh, pengetahuan siswa tentang kucing terus berkembang dari pengertian yang sederhana, tidak lengkap dan semakin dia dewasa serta mendalami banyak hal tentang kucing, maka pengetahuannya tentang kucing akan bertambah lengkap. Menurut para konstruktivis, pengetahuan itu dapat dibentuk secara pribadi (personal). Siswa itu sendirilah yang membentuknya. Tokoh dalam hal ini adalah Piaget. Semua hal lain termasuk pelajaran dan arahan guru hanya merupakan bahan yang harus diolah dan dirumuskan oleh siswa sendiri. Tanpa sadar siswa sendiri aktif mengolah, mempelajari, dan mencerna, ia tidak akan menjadi tahu. Maka, dalam pengertian ini, pendidikan atau pengajaran harus membantu anak didik aktif belajar sendiri....
The Medium is The Message

The Medium is The Message

Gara-gara televisi, radio, dan komputerisasi, sekarang dunia tampak lebih kecil daripada sebelumnya sepanjang sejarah manusia. Sekali menekan tombol , kita dapat melihat kejadian-kejadian yang terjadi di bagian lain di bumi ini. Budaya, kebiasaan daerah atau bangsa lain, dapat dengan mudah kita akses. Hal ini membuat kita jadi lebih terbantu memahami perbedaan ini. Kesalahanpahaman karena perbedaan cara pandang, antar dua kelompok, makin teredam. Sekarang kita dapat melihat dengan jelas perbedaan itu. Toleransi, rasa empati membangun semangat solidaritas. Tidak saja dalam skala lokal, regional, namun hingga mendunia. Model-model dialog antar dua perbedaan yang ekstrim semakin menjadi pilihan masyarakat modern. Akibatnya, kita jauh lebih memahami pikiran satu sama lain dibanding sebelumnya, dialog di antara kita menjadi lebih dalam. Spiritualitas Percakapan Sehari-hari Pepatah spiritual berbunyi: Jika murid siap, guru akan datang. Artinya, Jika kita terbuka dan siaga, seseorang akan membawa kebenaran yang perlu kita dengar, pada saat yang tepat. Kunci menerima informasi tersebut adalah dengan tidak pernah berhenti mengeksplorasi perjumpaan-perjumpaan seperti itu, dengan tentu saja bersikap hati-hati. Perjumpaan bermakna memang bisa terjadi kapan saja, namun biasanya hal itu takkan terjadi kecuali kita sendiri yang mengambil inisiatif. Pertama-tama, kita harus mengirimkan energi penuh cinta pada orang yang sedang kita jumpai tersebut dengan benar-benar memusatkan perhatian padanya. Ingatlah, apa yang kita pikirkan dan percayai menjadi semacam doa yang terkirim pada dunia, dan segala sesuatu di sekeliling kita berusaha memberikan apa yang sepertinya kita inginkan. Kuncinya adalah berusaha tetap berenergi tinggi dan menggunakan kekuatan kehendak dengan cara positif. Mengapa banyak orang tak bahagia, padahal dunia modern menyajikan jutaan kemewahan, kemudahan karena berbagai penemuan teknologi mutahir? Sudah ribuan tahun kita mengetahui pentingnya saling mengasihi dan bahwa sikap...
Pribadi Antisosial Minim Rasa Bersalah

Pribadi Antisosial Minim Rasa Bersalah

Romeo, bukan nama sebenarnya, seorang siswa kelas 2 SMA tinggal di Jakarta Barat. Ia amat sering membuat orangtuanya pusing bukan kepalang, menurut ibunya, perangai Romeo bukan main. Ia dinilai tak punya dunia selain kamarnya. Setiap menginjakkan kaki di rumah selepas sekolah, Romeo langsung memeram diri di dalam kamar. Ia keluar untuk makan dan mandi belaka. Romeo juga tak punya keinginan untuk berbela rasa. Semisal adik atau ibunya menderita sakit, ia tak rikuh menolak bila diminta mengantarkan mereka ke dokter. Bahkan, bila rumahnya dipakai untuk arisan, ia tak ambil pusing dan tak sedikit pun membantu ibunya. Rupanya yang mengeluh bukan ibunya saja. Guru di sekolahnya juga bertutur sama. Perilaku Romeo acap meremas hati. Ia lebih suka menyediri dan bila ada temannya yang mengusik, ia langsung galak. Amarahnya mudah terpancing dan berbuntut pada perkelahian dengan temannya. Baik guru maupun orangtuanya menduga, Romeo mengalami gangguan kepribadian antisosial (antisocial personality disorder). Hal itu membuat semua tindakannya cenderung melanggar aturan dan menerabas hak-hak orang lain. Menurut Cleckley (1976), seseorang yang mengalami gangguan antisosial, akan mengabaikan norma dan konvensi sosial, impulsif, dan gagal membina hubungan interpersonal dan pekerjaan. Meski demikian, orang yang antisosial tetap bisa memiliki karisma dalam penampilannya dan memiliki kecerdasan rata-rata. Ciri yang umumnya terungkap dalam pribadi yang antisosial, menurut Robins, Locke, dan Reiger (1991), yakni tingkat kecemasan yang rendah, dan minimnya rasa bersalah atau menyesal atas perbuatannya yang keliru. Hukuman pun relatif tak mempan dikenakan pada orang-orang seperti Romeo. Bila mereka telah menjalani hukuman, setelahnya mereka cenderung tetap tak bertanggung jawab dan impulsif. Uniknya, masih menurut Robins, Locke, dan Reiger, kaum Adam lebih sering didiagnosis mengalami kepribadi antisosial dibanding perempuan. Tingkat prevalensi...
Top