Anak-anak Pun Menikmati Kompetisi

Anak-anak Pun Menikmati Kompetisi

Sejak usia 3 tahun, sebenarnya seorang anak sudah memiliki naluri untuk bersaing. Dan kompetisi itu secara tidak sadar telah dimulai dalam kehidupan sehari-hari, bahkan inisiatif kerap datang dari orang tua. Di sekolah pun kompetisi tak dapat dihindari. Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak YPII adalah wahana latihan bagi si balita. Dengan membiarkan anak mengukur dan mengenali dirinya, membiarkan anak tertempa oleh situasi nyata, melalui berbagai aktivitas dan pembiasaan-pembiasaan, ia akan keluar menjadi pribadi yang mampu survive di masa...
Kejujuran atau Penghargaan

Kejujuran atau Penghargaan

Hari-hari makin menipis untuk kamu yang duduk di bangku kelas 6, 9, dan 12. UJIAN AKHIR adalah saat pembuktian yang penting. Bukan untuk mendapatkan nilai berapa, tetapi cara apa yang kau pilih untuk mengakhiri satu tahap masa belajarmu. Berbuat curang untuk mendapatkan nilai sempurna itu membohongi diri, sesuatu yang tak dapat kau sembunyikan, karena nuranimu akan terus berteriak tak suka. Jujur, memang sulit, tetapi mulia. Kau akan berjalan gagah, heroik, bukan pecundang. Berjuang, mempersiapkan diri sebaik mungkin seolah esok tak ada kesempatan lagi, adalah ibarat seorang pemburu yang memperlengkapi diri dengan busur dan anak panah yang cukup, bukan nekad tanpa persiapan. Itu bunuh diri namanya. Berangkatlah dengan kekuatanmu sendiri dan Allah akan menyempurnakan usaha baikmu....
Student Development

Student Development

Pengembangan Karakter merupakan salah satu prioritas yang dikembangkan oleh sekolah-sekolah YPII Cabang Semarang mulai dari TK sampai SMA. Karakter menjadi aspek penting untuk dikembangkan karena tujuan pendampingan adalah terwujudnya pribadi manusia yang utuh dan integral, tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga dewasa secara emosi dan spiritual. Sekolah-sekolah YPII Cabang Semarang mencoba menawarkan pendampingan karakter melalui berbagai pengalaman belajar yang diwujudkan dalam program-program yang disesuaikan jenjang sekolah masing-masing. Melalui kegiatan-kegiatan retret, rekoleksi komunikasi, LDK dan lain-lain dapat  membantu siswa kelak menjadi manusia dewasa dan bertanggungjawab atas pilihan hidupnya mengandaikan adanya kebebasan dan kemandirian dalam memilih dan melaksanakan apa yang secara sadar dipahami sebagai bernilai dan baik bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain, dan dengan kebebasannya mereka akan membentuk dan membangun dunia tempat mereka hidup. Peran serta guru dan orang tua sangat mutlak diperlukan dalam mempersiapkan masa depan siswa agar tangguh menghadapi kehidupan...
Top