Griya Paseban

Griya Paseban, rumah retret milik Suster-Suster PI (Penyelenggaraan Ilahi) sangat terbuka untuk dipakai siapa saja.

Griya ini mungkin belum banyak dikenal oleh umat Katolik pada umumnya. Letaknya di perbukitan Bongsari, Semarang Barat, Jawa-Tengah. Selain digunakan untuk retret/rekoleksi, tempat ini juga sering dipakai untuk seminar, pelatihan-pelatihan, dan pengembangan diri. “Rumah perjumpaan hati,” demikian pengelola Griya Paseban, Suster Paskali PI menyebutnya.

Pemakaian simbol Katolik seperti salib di setiap ruangan, tampaknya tidak mempengaruhi kenyamanan setiap orang yang memakainya. “Mereka bilang di sini nyaman dan bersih,” ungkap Suster Paskali setiap kali mendengar pernyataan pengunjung.

“Kebanggaan tersendiri bahwa kami boleh melayani dengan baik. Walaupun di sini ada simbol Katolik tapi mereka mau, dan itu baik untuk relasi antaragama,” imbuhnya.

Ia sangat terkesan saat ada pendeta-pendeta Kristen memakai Griya Paseban. Para pendeta tersebut mengundang suster-suster dan karyawan Griya Paseban untuk mengucapkan terima kasih. “Kami diajak berdoa bersama dan diberkati, juga para karyawan dipanggil masuk. Hal ini menarik. Ada kelompok yang mengucapkan terima kasih atas pelayanan kami,” ujar suster kelahiran Solo ini.

Menurut Suster Paskali, kebanyakan yang memakai Griya Paseban adalah institusi-institusi, baik institusi pemerintahan atau keagamaan. Kebanyakan mereka memakai untuk pertemuan dan seminar. Sebagian besar dari mereka berasal dari Semarang dan sekitarnya.

Sementara banyak orang dari daerah lain, seperti Jakarta dan Bandung, belum tahu keberadaan Griya Paseban. Mungkin karena letaknya agak menjorok ke dalam, sehingga tidak begitu terlihat dari luar sehingga banyak orang bingung mau masuk dari mana? Namun, lanjut Suster Paskali, bila naik kendaraan umum seperti Taxi misalnya, sangatlah mudah menemukannya, karena letaknya tak jauh dari Pool Taxi Kosti dan dan Sampokong. “Tinggal bilang pada pak sopir,” sambungnya.

Lingkungan sekitar
Sewaktu kepemimpinan Suster Benedicta yang waktu itu menjabat sebagai Provinsial PI, dibutuhkan empat miliar rupiah untuk mengganti rugi lahan Griya Paseban ini.

Kini, Griya Paseban sudah berusia sebelas tahun sejak berdirinya pada 31 Agustus 1997. Sebenarnya niat awal pendirian diperuntukkan hanya untuk kantor dan rumah provinsial saja. Baru kemudian ada pemikiran untuk menjadi rumah perjumpaan. Karena umumnya tempat perjumpaan berada di pusat dan diperlukan tempat-tempat untuk suster-suster PI menginap. “Daripada kami sewa tempat, lebih baik di sini. Jadi, semua posnya di sini,” kata Suster Paskali.

Dengan demikian, gedung Griya Paseban terbagi dua. Sebelah kanan untuk kantor Provinsialat, sebelah kiri untuk penginapan dan pertemuan. Keasrian tempat ini tampaknya mendapat perhatian yang baik. Di bagian tengah penginapan, ada taman dan kolam ikan. Selain itu, berbagai jenis tanaman ada di sepanjang lorong jalan. Gedung bergaya semi modern bercat putih dengan lorong jalan terbuka ini terasa bersahabat dengan alam dan pengunjungnya. Kebersihan, santapan yang lezat, dan keramahan pelayanan membuat pengunjung merasa nyaman dan betah.

Relasi Griya Paseban dengan lingkungan sekitar bisa dibilang sangat baik. “Kami punya kesepakatan bahwa pukul 23.00 sudah harus tenang. Sejauh ini, mereka tidak komplain,” tambah Suster Paskali.

Selain itu, suster-suster penghuni Griya Paseban kerap kali melakukan aksi sosial bagi lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang tidak mampu. Bila ada momen tertentu seperti menyambut Idul Fitri misalnya, suster-suster berkeliling membagikan sembako kepada penduduk sekitar yang tidak mampu. Atau misalnya, bila ada panen pisang di kebun yang terlalu banyak perolehannya, sebagian hasilnya dibagikan ke penduduk sekitar.

Tidak hanya itu, sebagai wujud kepedulian pada pendidikan, setiap minggu para suster mengadakan semacam les tambahan untuk anak-anak sekitar yang diadakan di teras depan Griya Paseban. Secara ekonomi maupun kepandaian, kebanyakan dari mereka lemah. Dengan kegiatan belajar mengajar seperti ini, mereka merasa terbantu untuk mengikuti pelajaran sekolah.

Bisa dikatakan, suster-suster PI itu terlalu baik. Pasalnya, ada sebagian tanah di sekitar Griya Paseban yang merupakan milik suster-suster PI ditempati oleh penduduk. Tidak tanggung-tanggung, bangunan yang mereka bangun itu bisa dibilang permanen.

Konon, pemerintah daerah setempat meminta tanah tersebut dialokasikan sebagai daerah hijau dan akan dibangun taman. Tetapi, entah kenapa taman tersebut hingga kini tidak dibuat malah dibangun rumah-rumah. Sampai saat ini keberadaan tanah tersebut menjadi tidak jelas.

Yang jelas, awalnya dimiliki oleh suster-suster PI dari hasil ganti rugi kepada masyarakat yang menempati sebelumnya. Selain itu, persis di depan Griya Paseban juga ada Panti Jompo dan Cacat Ganda milik Yayasan Sosial Soegijapranata.

Dalam sebulan, paling tidak ada empat-lima rombongan memakai Griya Paseban. Malah mulai September, dinas pendidikan telah memesannya. Paling tidak, hal ini bisa membiayai biaya operasional setiap bulan, seperti untuk menggaji 18 karyawannya.

Menurut Suster Paskali, ke depan sebisa mungkin Griya Paseban dikembangkan secara lebih profesional dengan penambahan alat-alat elektronik dan sebagainya. “Informasinya sejauh ini dari mulut ke mulut. Yang penting, kami punya ruang pertemuan dulu,” ujar Suster Paskali.

Griya Paseban
Jl Dr Ismangil 18A, Bongsari, Semarang 50148
Tromolpos 800, Semarang 50008
Telp 024-7613955. Fax 7613953

FASILITAS
Ruang Konferensi/Aula:
• R. Konferensi 1 : Kapasitas 150 orang (Full AC)
• R. Konferensi 2 : Kapasitas 50 orang
• R. Konferensi 3 : Kapasitas 50 orang
• R. Konferensi 4 : Kapasitas 40 orang

Kamar Tidur:
• 20 Kamar, 2 orang/kamar (KM/WC di kamar)
• 30 kamar, 3 atau 4 orang/kamar (kapasitas 150 orang)

Kamar Pembimbing:
• 3 kamar, 1orang/kamar (KM/WC di Kamar)
• Ruang Makan
• Ruang Makan 1-100 orang
• Ruang Makan 2–50 orang
• Ruang Doa/Kapel, 1 ruangan
• Peralatan untuk Perayaan Ekaristi
• Kitab Suci
• Buku-buku nyanyian Katolik
• Overhead Projector
• Televisi
• CD/VCD
• Tape recorder
• Sound systems

KETERANGAN
1. Griya Paseban disediakan bagi kelompok (bukan perorangan) Satu kelompok paling sedikit 25 orang.
2. Waktu check in (masuk): Pukul 14.30 WIB Waktu check out (keluar) : Pukul 14.00 WIB
3. Biaya akomodasi sudah termasuk makan tiga kali, snack/minum dua kali, ruang konferensi, sound systems, OHP, dan peralatan Perayaan Ekaristi.
4. Pemakaian alat-alat elektronik lain (yang dibawa sendiri), misalnya komputer, organ, dll dikenakan biaya tambahan listrik.

A. Sudarmanto – See more at: http://www.hidupkatolik.com/2012/12/07/griya-paseban-semarang-rumah-perjumpaan-hati#sthash.fSAuW68w.dpuf

Kebon Dalem Schools

Alamat
Jl. Gang Pinggir No. 62, Semarang, Indonesia

Email
info@ypiisemarang.sch.id

 

Sign up to Our Newsletter

Daftarkan Saya
Top